3 Biografi atau Riwayat Hidup Para Perawi Hadist

3 Biografi atau Riwayat Hidup Para Perawi Hadist

3 Biografi atau Riwayat Hidup Para Perawi Hadist

 

3 Biografi atau Riwayat Hidup Para Perawi Hadist
3 Biografi atau Riwayat Hidup Para Perawi Hadist

 

Untuk menimbah pengetahuan kita wacana hadits-hadits maka ada baiknya kita juga ketahui perawinya, dan pada postingan kali ini kami akan menulis wacana boigrafi atau riwayat hidup para perawi-perawi yang terhenal dan termahsyur yang sering kita dapati disetiap simpulan goresan pena hadits. Dan dibawah ini nama-nama dan biografi/riwayat hidup masing-masing

1. Ahmad

Dia yaitu Abu Abdullah, Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Beliau dilahirkan pada bulan Rabiul Awal tahun 164 hijriah. Dan meninggal pada tahun 241 Hijriah dikota Bagdad. Beliau sudah mempelajari hadits ini semenjak kecil dan untuk mempelajari hadits ini, ia pernah pindah atau merantau ke Syam (Syuriah), Hijas,Yaman, dan negara-negara lainnya, sehingga ia menjadi tokoh ulama, yang bertaqwa sholeh dan zuhud.

Abu Zur’ah menyampaikan : Kitabnya sebanyak 12 buah yang sudah ia hafal diluar kepala. Beliau menghafal sejuta hadits.
Asy-Syafi’i menyampaikan wacana diri Ahmad bin Hambal itu sebagai diberikut : “Sesudah saya keluar dari Bagdad, tidak ada orang yang saya tinggalkan disana yang lebih terpuji, lebih sholeh dan lebih diberilmu daripada Ahmad bin Hambal. Beliau mengarang Kitab: “Al-Musnadul Kabir” yang termasuk sebesar-besarnya kitab “Musnad” dan sebaik-baiknya karangan ia dan sebaik-baiknya penelitian hadits. Beliau tidak memasukkan dalam kitabnya itu selain yang diharapkan sebagai hujjah. Kitab Musnad ini meliputi lebih dari 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu) hadits.

Baca Juga: Rukun Islam

2. Al-Bukhari

Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il Al Bukhari, ia dilahirkan pada bulan Syawal tahun 194 di negeri Bukhara dan meninggal di negeri Samarkand, waktu isya hari jumat malam sabtu, bertepatan dengan malam Idul Fitri tahun 256 Hijriyah dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau sudah mempelajarri hadits semenjak kecil. Beliau menhadiri beberap guru semenjak berumur 11 tahun. Dan mulai mendengar hadits ini semenjak di negeri kelahirannya Bukhara, kemudian ia merantau ke beberapa negara. Beliau sudah mendengar hadit dan mengarang Kitab Shahih yang memuat 600.000 (enam ratus ribu hadits). Beliau menyusun kitabnya itu di Mekkah. Pernyataan ia wacana kitab shahihnya itu sebagai diberikut : “Tidak ada yang saya masukkan dalam kitab shahih ini kecuali hadits-hadits shahih saja”. Selanjutnya ia juga mengataka : ” Saya sudah menghafal 100.000 (seratus ribu hadits shahih itu dan 1000 (seribu) hadits yang tidak shahih.

3. Muslim

Nama lengkapnya, Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairly. Beliau dilahirkan pada tahun 204 Hijrah dan meninggal dunia pada sore hari minggu bulan Rajab tahun 261 hijrah dan dikuburkan di Naisaburi. Beliau juga sudah berguru hadits semenjak kecil menyerupai Al-Bukhari dan pernah mendengar dari guru-guru Al-Bukhary dan ulama-ulama lainselain mereka. Orang yang mendapatkan hadits dari ia itu, termasuk tokoh-tokoh ulama pada masanya. Beliau juga juga sudah menyusun beberapa karangan yang berkarakter dan bermanfaa. Yang paling bermanfaa ialah : Kitab Shahihnya. Kitab ini mencapai mutu yang tinggi alasannya sistimatisnya, lebih sistimatis dari Shahih Al-Bukhari. Sehingga ada diantara ulama yang menilai kitab Shahih Muslim lebih tinggi mutunya dari pada kitab Al-Bukhari.

Kedua Kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim ini, biasa disebut dengan istilah “Ash Shahi-hain” atau biasa disebut dengan Shahih Al-Bukhary dan Muslim. Kedua tokoh ulama hadits ini biasa disebut “Asy Syaikha-ni atau Asy Syaikhaini” yang berarti dua orang tua, yang maksudnya dan tokoh ulama hadits.