Adab dan Akhlak Menuntut Ilmu

Adab dan Akhlak Menuntut Ilmu

Adab dan Akhlak Menuntut Ilmu

Adab dan Akhlak Menuntut Ilmu
Adab dan Akhlak Menuntut Ilmu

Berikut adab-adab yang saya ambil dari buku “Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu” karangan Azid bin Abdul Qadir Jawas dalam menuntut ilmu syar’i dan ilmu umum lainnya yang bermanfaat.

Mengikhlaskan Niat dalam Menuntut Ilmu

Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah Ta’ala, dan seorang tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah. Ada banyak ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits yang menerangkan hal tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Padahal mereka tidak disuruh kecualai agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lururs, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Q.S Al-Bayyinah : 5)

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

“sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan dari apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan niat hijrahnya itu.”

Hadits Shahih : Diriwayatkan oleh Bukhari (no. 1, 54, 2529), Muslim (no. 1907), Abu Dawud (no. 2201), at-Tirmidzi (no. 1647), an-Nasa-I (1/58-60, VI/158-159, VII/13), Ibnu Majah (no. 4227), dan lainnya dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu.
Menuntut ilmu bukan karena Allah Ta’ala termasuk dosa besar, penyebab tercegah dari aroma Surga, dan AllahTa’ala menyediakan adzab yang pedih bagi orang yang meniatkannya bukan karena Allah. Bahkan, orang yang menuntut ilmu bukan karena Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan api Neraka untuknya.

Memohon Ilmu yang Bermanfaat kepada Allah Ta’ala

Firaman Allah SWT,
“ Dan katakanlah, ‘Wahai RAbb-ku tambahkanlah ilmu kepadaku. “ (QS. Thaahaa : 114 )
Dan diantara do’a Rasulullah SAW baca adalah :
“ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.”
Hadits shahih : Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/322), al-Humaidi (I/143, no.299), Ibnu Majah (no. 925, Ibnus Sunni dalam ‘ Amalul Yaum wal Lailah (no. 110), dan an-Nasa-I dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no. 102), dari Shahabiyah Ummu Salamah ra.

Bersungguh-sungguh dalam Menuntut Ilmu dan Rindu untuk Mendapatkannya

Dalam menuntut ilmu dilarang bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat – dengan izin Allah- apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.
Rasulullah SAW bersabda,
“ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguh untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, jangan engkau berkata ‘ Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, ‘ tetapi katakanlah, ‘ Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia dikehendaki.’ Karena ucapan ‘ seandainya ‘ akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.’
Hadits shahih : Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2664), Ahmad (II/366, 370), dan Ibnu Majah (no. 79, 4168), dari Shahabat Abu Hurairah ra.

Menjauhkan Diri dari Dosa dan Maksiat dengan Bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla

Hal ini merupakan sarana yang paling besar dalam memperoleh ilmu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
“ Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertaqwa kapada Allah, niscaya Dia kan memeberikan petunjuk kepadamu dan mengapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memilki karunia yang besar. (Qs. Al-Anfaal : 29 )
Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memebrikannya ilmu, dengannya ia dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.
Seorang muslim dan muslimah harus menjauhi dosa dan maksiat, apalagi penuntut ilmu. Karena keduanya dapat menjadi penghalang ilmu, keberkahannya, dan manfaatnya.

Tidak Boleh Sombong dan Tidak Boleh Malu dalam Menuntut Ilmu

Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya.
‘Aisyah ra pernah berkata tentang sifat para wanita Anshar,
“Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam ilmu agama.”
Atshar Shahih : Diriwayatkan secara mu’allaq oleh al-Bukhari dalam Shahihnya kitab al-‘ilmu ab al-Hayaa’ fil ‘Ilmi

Mendengarkan Baik-Baik Pelajaran yang Disampaikan Ustadz, Guru dan Para Pengajar Lainnya

Kita diperintahkan mendengarkan dengan baik, secara seksama, dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendengarkan yang baik-baik dan mengikuti yang terbaik.ada di antara penuntut ilmu, namun ia tidak mendengarkan pelajaran yang disampaikan dengan penuh perhatian sehingga keadaan dia ketika pulang dari majelis ilmu itu sama dengan keadaannya ketika ia mendatanginya.
Seorang penuntut ilmu harus berusaha menjadi pendengar yang baik, mendengarkan yang baik-baik, yaitu Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW agar ia mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat mengamalkan keduanya.
Allah SAW berfirman,
“ … sebab itu, sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hamba-Ku, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar : 17-18)

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2016/05/30-doa-doa-harian-terlengkap-beserta-artinya.html