Analisis Gulma

Analisis Gulma

Analisis Gulma

Analisis Gulma

Gulma Digolongkan menjadi 2, yaitu:

Berdasarkan habitatnya, gulma digolongkan menjadi dua yaitu gulma obligat dan fakultatif. Gulma obligat yaitu gulma yang hidup pada tempat yang sudah ada campur tangan manusia, seperti padadaerah pemukiman dan pertanian.Sebagai contoh, gulma babadotan (Ageratum

conyzoides) dan gulma ceplukan (Physalis angulata) hidup pada habitat pertanian. Gulma fakultatif adalah gulma yang hidup pada tempat yang sudah ataupun belum ada campur tangan manusia.Sebagai contoh, gulma bawang liar (Allium sp.), pakis-pakisan (Ceratoptoris sp.dan Nephrolepsis sp.).Pengamatan komposisi jenis gulma pada pelbagai jenis pertanaman adalah berdasarkan pada persen penutupan, tingkat kepadatan dan berat kering gulma. Penurunan hasil panen akibat kompetisi gulma pada sawah adalah sebesar 15-42% (Bangun, 1987)

 

Pengertian Gulma

Gulma adalah tumbuhan yang mudah tumbuh pada setiap tempat yang berbeda-beda, mulai dari tempat yang miskin nutrisi sampai kaya nutrisi. Sifat inilah yang membedakan gulma dengan tanaman yang dibudidayakan. Kemampuan gulma mengadakan regenerasi sangat besar sekali.gulma juga ada yang memberikan bau yang kurang sedap, bahkan dapat mengeluarkan zat disekitar tempat tumbuhnya yang dapat meracuni tumbuhan lain (peristiwa allelopati).

 

Gulma dapat dibedakan menjadi beberapa golongan:

sesuai dengan bentuk daun, lama hidupnya, habitat hidupnya ,serta dari sudut pentingnya.

–       Gulma berdaun lebar. Tumbuhan ini mempunyai bentuk daun lebar, dari jenis dikotil dan pada umumnya mempunyai lintasan C3

–       Gulma teki-tekian. Mirip dengan rerumputan akan tetapi dapat dibedakan melalui batangnya yang berbentuk segitiga, mempunyai umbi atau akar rimpang di dalam tanah.

–       Gulma rerumputan. Tumbuhan ini biasanya bervariasi ukurannya, tegak maupun menjalar. Batang biasa disebut clums jelas  terbagi menjadi ruas dengan buku-buku yang terdapat antar ruas.

–       Gulma darat. Pertumbuhan dan persyaratan tumbuhnya di darat.

–       Gulma air. Pertumbuhan dan persyaratan tumbuhnya di air.

–       Gulma musiman. Siklus hidupnya berlangsung selama satu tahun atau kurang.

–       Gulma tahunan. Siklus hidupnya berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Pemberantasan gulma dilaksanakan bila gulma itu benar-benar “jahat”, tumbuh di suatu tempat tertentu dalam lintasan yang cukup sempit dan membahayakan lingkungan. Dengan demikian tujuan pemberantasan gulma semata-mata untuk membasmi gulma itu selengkapnya.

Kita perlu membedakan gulma yang berbahaya , cukup berbahaya dan sedikit berbahaya bagi tanaman budidaya aagar kita tahu bagaimana cara pengendalian gulma yang baik. Yang kita harus lakukan yaitu identifikasi dan analsis vegetasi. Nama latin suatu gulma akan sangat berarti karena nama tersebut diterima di dunia internasional. Nama latin suatu jenis biasanya terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan marganya yang selalu dimulai dengan huruf kapital, sedang kata kedua dimulai dengan huruf kecil, merupakan petunjuk ke arah jenis.

 

 

Cara-cara identifikasi gulma dapat ditempuh satu atau kombinasi dari sebagian atau seluruh cara-cara di bawah ini:

–       Membandingkan gulma tersebut dengan material yang telah diidentifikasi di herbarium

–       Konsultasi langsung dengan para ahli di bidang yang bersangkutan

–       Mencari sendiri melalui kunci identifikasi

–       Membandingkan dengan determinasi yang ada

–       Membandingkan dengan ilustrasi yang tersedia

Karakteristik gulma dipakai dalam identifikasi dan penelaan gulma; terbagi atas sifat-sifat vegetatif yang bisa berubah sesuai dengan lingkungan dan sifat-sifat generatif yang cenderung tetap. Tanda-tanda yang dipakai yaitu bagian vegetatif gulma dan bagian generatif gulma. Keadaan gulma yang paling ideal untuk identifikasi adalah jika semua bagian-bagian tersebut (vegetatif dan generatif) lengkap.

Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan berbagai metode untuk menganalisis suatu vegetasi yang sangat membantu dalam mendeskripsikan suatu vegetasi sesuai dengan tujuan. Metode analisis vegetasi sangat beragam tergantung keadaan vegetasi itu sendiri.

 

Beberapa analisis vegetasi antaralain:

–       Metode garis. Merupakan suatu metode yang menggunakan cuplikan berupa garis. Untuk areal luas, metode ini sering digunakan karena selain cepat juga cukup teliti. Alat yang digunakan yaitu pita meteran 15-25 meter disebut sebagai garis rintisan.

–       Metode titik. Merupakan suatu variasi metode kuadrat. Metamorfosis Jika suatu kuadrat diperkecil sampai tidak terhingga, akan menjadi titik. Metode ini sangat efektif untuk sampling vegetatif yang rendah, rapat dan membentuk anyaman, yang tidak jelas batas satu dengan lainnya. Parameter yang diperoleh adalah dominasi dan frekuensi.

–       Metode estimasi. Digunakan untuk pengamatan sebuah petak untuk daerah yang luas serta tidak tersedia waktu yang banyak.

Parameter dalam analisis vegetasi yang digunakan adalah persentase penyebaran , kerapatan, frekuensi dan dominansi. Selain dinyatakan dalam persen, luas penyebaran komponen vegetasi sering diubah kedalam 5-10 skala abundansi. Kerapatan menunjukkan jumlah individu suatu jenis tumbuhan pada tiap petak contoh. Yang dimaksud frekuensi jenis tumbuhan adalah beberapa jumlah petak contoh (dalam persen) yang memuat jenis tersebut, dari sejumlah petak-contoh yang dibuat. Dominansi, istilah digunakan untuk menyatakan berapa luas area yang ditumbuhi atau kemampuan suatu jenis tumbuhan dalam hal bersaing dengan jenis lainnya. Dominansi dinyatakan dalam istilah kelindungan (coverage) atau luas basal atau biomassa atau volume. Perbandingan nilai penting atau summed dominance ratio (SDR) menunjukkan jumlah nilai penting dibagi jumlah besaran. SDR biasa dipakai karena jumlahnya tidak pernah lebih dari 100%, sehingga mudah diinterprestasi. SDR hanya berharga jika dipakai untuk menunjukkan jumlah dominasi suatu jenis dengan jenis lain dalam suatu komunitas. Dalam suatu analisis vegetasi akan diperoleh beberapa data yang penting yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.