Biografi Dari abu Daud, At-Tirmidzy, An Nasa’iy & Ibnu Majah

Biografi Dari abu Daud, At-Tirmidzy, An Nasa'iy & Ibnu Majah

Biografi Dari abu Daud, At-Tirmidzy, An Nasa’iy & Ibnu Majah

Biografi Dari abu Daud, At-Tirmidzy, An Nasa'iy & Ibnu Majah
Biografi Dari abu Daud, At-Tirmidzy, An Nasa’iy & Ibnu Majah

Abu Daud

Nama Lengkapnya, Sulaiman bin Al ‘Asy’ats As Sijistaniy. Beliau dilahirkan pada tahun 202 hijriah dan meninggal pada tahun 275 hijrah di Basrah. Dilihat dari tahun kelahirannya, maka Abu Daud lebih renta dari pada Imam Muslim.
Beliau pernah berguru hadits dari Imam Ahmad, Al-Qanabiy, Sulaiman bin Harb dan ulama-ulama lainnya selain mereka. Banayak ulama yang meriwayatkan hadits dari ia diantaranya : At-Turmudzy dan An-Nasa’iy.

Abu Daud menyampaikan : “Saya menulis hadits dari Nabi saw sebanyak 500.000 (lima ratus ribu) hadit, kemudian saya pilih dari sekian banyak hadits itu yang saya masukkan kedalam “Kitab Sunan” sebanyak 4000 (empat ribu hadits). Beliau menyusun kitabnya sewaktu berada di Bagdad. Beliau pernah menunjukkan kitabnya itu kepada Imam Ahmad untuk meminta masukan-masukan perbaikan bagi Kitab Sunannya.

Al-Khathabiy mengomentari kitabnya itu dengan menyampaikan : Bahwa Kitab “Sunan Abu Daud” sebaik-baiknya karangan dan isinya lebih banyak fiqhinya dari pada kitab shahih Al-Bukhari dan Muslim.

Ibnu A’rabiy, mengomentari kitab itu dengan menyampaikan : Bahwa barang siapa yang menguasai Al-Qur’anul Karim dan Kitab “Sunan Abu Daud” maka dia tidak membutuhkan kitab-kitab lain lagi.
Al-Gazaly juga menyampaikan : Kitab Sunan Abu Daud itu sudah cukup bagi seorang mujtahid untuk menjadi landasan hukum.

At-Turmudzy/At-Tirmidzy

Nama Lengkapnya ialah Abu Isa Muhammad bin ‘Isa bin Surah At-Turmudzy. Beliau pernah berguru hadits di Al-Bukhary, ia sudah menyusun “Kitab Sunan dan Kitab Al ‘ilal”. Beliau menyampaikan :”Saya sudah pernah menyampaikan Kitab Sunanku kepada para ulama Hijaz, Iraq, dan Khurasan dan mereka tiruana baiklah dengan isi kitab itu.
Alhakim mengatakan: Saya pernah mendengar ‘Umar bin ‘Alak, mengomentari langsung At-Tuirmidzy sebagai diberikut : Kematian Al-Bukhari tidak meninggalkan anakdidiknya yang lebih pintar di Kurasan selain dari pada Abu ‘Isa At-Turmudzy dalam hal luas ilmunya dan hafalannya.

Baca Juga: Rukun Iman

An Nasa’iy

Nama Lengkapnya, Ahmad bin Syu’aib Al Kurasany, ia populer dengan nama An Nasaiy, alasannya di nisbahkan dengan kota Nasa’i, salah satu kota di Kurasan. Beliau dilahirkan pada tahun 215 hijriah. Demikian berdasarkan Adz Dzahabiy. Dan ia meninggal pada hari senin tanggal 13 bulan syafar tahun 303 hijriah di Palestina, dan ia dikuburkan di Baitul Maqdis.
Beliau mendapatkan hadits dari Sa’id, Ishaq bin Rahawaih dan ulama-ulama lainnya. Selain itu dari kalangan tokoh-tokoh ulama hadits yang berada di Khurasan, Hijaz, Mesir, Syam, dan Jazirah. Beliau termasuk ulama dalam mahir dalam bidang ini, dan teristimewa dengan pengetahuannya dibidang ini alasannya ketinggian sanad haditsnya.
Menurut evaluasi tokoh-tokoh ulama hadits bahwa ia lebih berpengaruh hafalannya dari Muslim dan kitab Sunannya termasuk yang paling hadits dla’ifnya, setelah kedua kitab shahih Al-Bukhari dan Muslim. Beliau pernah menetap di Mesir.

Ibnu Majah

Nama Lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Abdullah bin Majah Al Quzwainy. Beliau dilahirkan pada tahun 207 hijriah, dan meninggal pada hari selasa 8 hari sebelum berakhirnya ramadhan tahun 275. Beliau menuntut ilmu di beberapa negara, sampai ia mendengar hadits dari ulama-ulama Mazhab Malikiy dan Al laits. Sebaliknya banyak juga ulama yang mendapatkan hadits dari beliau. Ibnu Majah menyusun kitab “Sunan” dan kitab ia ini seebelumnya tidak memiliki tingkatan, atau tidak termasuk dalam kelompok “Kutubus Sittah”, alasannya didalam kitabnya aneka macam hadits dhaif bahkan banyak hadits mungkar. Oleh alasannya itu ulama-ulama terlampau memasukkan kitab “Al Muwaththa” karya Imam Malik dalam kelompok perawi yang lima (Al Khamzah). Menurut penyusun (Ibnu Hajar) ulama yang pertama sekali mengelompokkan atau memasukkan Ibnu Majah dalam kelompok “Al Khamzah” ialah Abul Fadlli bin Thohir dalam kitabnya Al Atharaf ” kemudian disusul oleh “Abdul Ghany” dalam kitabnya “Asmaur Rijal”.