Capim KPK Harus Seimbangkan Fungsi Pencegahan dan Penindakan Tipikor

Capim KPK Harus Seimbangkan Fungsi Pencegahan dan Penindakan Tipikor

Capim KPK Harus Seimbangkan Fungsi Pencegahan dan Penindakan Tipikor

Capim KPK Harus Seimbangkan Fungsi Pencegahan dan Penindakan Tipikor
Capim KPK Harus Seimbangkan Fungsi Pencegahan dan Penindakan Tipikor

Jakarta-, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

harus bisa seimbangkan fungsi pencegahan dan penindakan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

KPK ke depannya jangan hanya terlalu fokus pada penindakan. Hal demikian, diungkapkan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Aboebakar Alhabsyi, dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Kamis (10/9).

Menurut Aboebakar, Upaya pencegahan dan monitoring

terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara harus diperkuat.Saat ini, bidang pencegahan masih lemah dan belum optimal dilakukan KPK. Penyebabnya, KPK kurang memperhatikan strategi pencegahan.

Meskipun KPK sukses memenjarakan banyak koruptor, tetapi, bersamaan dengan itu korupsi tetap merajalela. Hal ini menunjukkan KPK sukses menindak tetapi gagal mencegah korupsi.
“KPK perlu menggempur korupsi dari 2 sisi, yakni pencegahan dan penindakan.

Hal yang dinilai  penting, memilih pimpinan KPK

yang memiliki komitmen terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi. Pimpinan KPK nantinya,  harus siap melaksanakan tugas dan wewenang secara independen dan bebas dari kekuasaan manapun.

Calon pimpinan KPK juga harus memahami keseluruhan tugas KPK sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002. “Sehingga, KPK ke depannya tidak hanya terlalu fokus pada penindakan.

Sementara itu, ujar Aboebakar menyoroti soal pembagian bidang keahlian calon pimpinan (Capim) yang disampaikan oleh panitia seleksi (Pansel) Capim KPK, hal itu tidak tepat. Menurut Aboebakar, pembagian bidang dalam seleksi Capim KPK itu tidak perlu. “Kewenangan pencegahan, penindakan, manajemen, supervisi dan monitoring sudah merupakan kesatuan fungsi dalam tubuh KPK.

 

Baca Juga :