Dua Sifat Yang Dicintai Allah

Dua Sifat Yang Dicintai Allah

Dua Sifat Yang Dicintai Allah

Dua Sifat Yang Dicintai Allah
Dua Sifat Yang Dicintai Allah

Setiap orang muslim pasti ingin dicintai oleh sang maha pencipta yaitu Allah Ta’ala,oleh karena itu banyak diantara mereka menempuh berbagai jalan untuk bisa mewujudkan hal tersebut,akan tetapi tidak jarang kita melihat orang yang salah jalan dalam menggapai cinta Allah.Oleh karena itu diantara cara agar kita mendapatkan cinta Allah ,adalah kita perlu tahu perkara apa yang dicintai Allah.?

Pada artikel kali ini kita akan membahas dua sifat yang dicintai Allah Ta’ala,yaitu sifat Al-Hilm dan sifat Al-Anah .berikut penjelasanya.

Rosuluallah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Asyaj bin Qais radhiyallahu ‘anhu “Sesungguhnya didalam dirimu terdapat dua sifat yang dicinta Allah yaitu Al-Hilm dan Al-Anah “ (HR: Muslim 126).

Al-Hilm

Sifat yang dicintai oleh Allah Ta’ala yang pertama adalah sifat Al-Hilm apa itu hilm? Al-Hilm adalah “berlemah lembut”.Artinya seseorang dia memiliki sifat yang lemah lembut dan santun tidak keras /kasar.
Ada pula yang mengatakan Al-Hilm adalah Jika seseorang bisa mengusai dirinya ketika dia marah

Allah dan Rosul-Nya Memiliki Sifat Al-Hilm

Allah Ta’ala Berfirman :
“Sesungguhnya Allah akan memasukan mereka kedalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya .Dan sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha penyatun”(Qs:Al-Hajj:59).ayat ini menunjukan bahwa Allah ta’ala mensifatin diri-Nya dengan sifat lemah lembut.

Al-Hilm adalah Akhlaq Para nabi

Para nabi memili sifat al-hilm ini diantaranya adalah nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam Sebagaimana Firman Allah Ta’ala “Maka disebabkan rahmat dari Allah –lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar ,tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu “ (Qs:Al-Imran :159)

Keutamaan Sifat Al-Hilm

Sifat Al-Hilm adalah sifat yang dicinta Allah Ta’ala
Rosuluallah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Asyaj bin Qais radhiyallahu ‘anhu “Sesungguhnya didalam dirimu terdapat dua sifat yang dicinta Allah yaitu Al-Hilm dan Al-Anah “ (HR: Muslim 126).
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ ، وَيَعْطِي عَلَى الرِّفْقَ مَا لاَ يَعْطِي عَلَى الْعُنْفِ ، وَمَا لاَ يَعْطِي عَلَى سِوَاهُ

“Sesungguhnya Allah Rafiq (Maha Lembut), dan mencintai rifq/kelembutan, Dia memberikan pada rifq, apa-apa yang tidak diberikan pada sikap ‘anaf (keras), dan tidak pula Dia memberikan pada yang selainnya”. (HR. Muslim)

Dari beliau (‘Aisyah) radhiyallahu ‘anha juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَلَيْكِ بِالرِّفْقِ ، وَإِيَّاكَ وَالْعُنْفِ ، وَالْفَحْشِ ، إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ ، وَلاَ يَنْزِعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Wajib bagimu untuk berbuat lemah lembut, berhati-hatilah dari sikap keras dan keji, sesungguhnya tidaklah sikap lemah lembut ada pada suatu perkara kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu, melainkan akan memburukkan perkara tersebut”. (HR. Muslim)

Dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقَ ، يُحْرَمُ الْخَيْرَ كُلَّهُ

“Barang siapa yang diharamkan baginya rifq, diharamkan baginya kebaikan seluruhya”. (HR. Muslim)

Bersifatlah dengan siafat Al-Hilm

Sifat Al-Hilm adalah sifat yang terpuji oleh karena itu kita perleu menerapkanya dalam kehidupn kita sehari-hari,terutama sifat ini hendaklah di terapkan oleh seorang juru dakwah.Allah Ta’ala berfirman “Maka disebabkan rahmat dari Allah –lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar ,tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu “ (Qs:Al-Imran :159).

Wasiat Rosuluallah Kepada para Da’i

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika mengutus sahabatnya dalam suatu urusan, beliau bersabda,

بَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا وَيَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا

“Gembirakanlah mereka, jangan bikin lari, permudah urusan mereka, jangan mempersulit”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Sifat Al-Hilm diterapkan kepada orang tua,sudah selayaknya kita mererapkan sifat Al-Hilm ini kepada orang tua,yaitu dengan berlemah lembut dalam tutur kata dan lemah lembut dalam perbutan.Allah Ta’ala berfirman

“Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu janganlah menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang diantara kedua-duanya samapai berumur lanjut dalam pemeliharanmu,janganlah sekali-kali mengatakan kepadanya perkataan “ah” dan jangan pula membentak mereka.Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia .Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih saying.Ucapkanlah ,’Wahai Rabb-ku ,kasihilah mereka berdua,sebagaimana mereka telah memeliharaku sewaktu kecil” (Qs:isra:23-24)

Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala memerintahkan untuk berkata dengan perkataan mulia “Ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” dan perkataan mulia merupakan sikap Al-Hilm (lemah lembut).

Baca juga: