Fokus Membangun Pendidikan di Jawa Barat

Fokus Membangun Pendidikan di Jawa Barat

Fokus Membangun Pendidikan di Jawa Barat

 

Fokus Membangun Pendidikan di Jawa Barat

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat

Ahmad Heryawan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, bersilahturahmi dengan kepala sekolah SMA, SMK dan SLB Negeri dan swasta di wilayah VI (Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat) dan wilayah VII (Kota Bandung dan Kota Cimahi). Acara dilaksanakan di SMA Negeri 14 Bandung, Jl. Yudhawastu Pramuka IV, Cicadas, Kota Bandung, Selasa (20/3/2018).

Dalam sambutannya

Heryawan mengatakan untuk tetap fokus membangun pendidikan di Jawa Barat, karena menurutnya masa depan negara termasuk masa depan masyarakat Jawa Barat sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan saat ini. Kualitas pendidikan yang baik ditentukan oleh guru-guru yang baik.

“Ini adalah sebuah investasi sebuah kemajuan jangka panjang, itulah pendidikan. Tidak mungkin kita bisa mencapai kemajuan di masa depan tanpa pendidikan yang kita bangun sebaik mungkin,” ujarnya.

Selain itu, Heryawan menjelaskan untuk membangun pendidikan perlu adanya perhatian dari pemerintah kepada seluruh sekolah baik swasta maupun negeri. Apalagi mengingat jumlah siswa negeri dan swasta di Jawa Barat hampir setara, sehingga pemerintah tidak boleh menomor duakan swasta.

Di Jabar ada sekolah negeri dan swasta

yang harus diperlakukan secara setara karena di sekolah-sekolah itu ada anak-anak kita. Di swasta terdapat kurang lebih 50% anak-anak Jabar, anak-anak kita. Jika kita tidak memperhatikan swasta, maka kita mengabaikan separuh dari kehidupan generasi penerus kita,” jelasnya.

Tidak hanya sekolah, yang harus diberi perhatian dalam hal pendidikan adalah siswa. Menurut Heryawan untuk memudahkan siswa dalam belajar, tugas guru tidak hanya memberikan materi pelajaran akan tetapi ikut menjelasakan manfaat dan filosofi pelajaran tersebut kepada siswa. Ia mencontohkan pembelajaran matematika yang banyak ditakuti siswa, padahal matematika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi, ketika seorang guru keluar dari kelas, dia yakin bahwa seluruh anak didiknya mengerti apa yang diajarkan,” ujarnya.

Setelah memberikan pemaparan dan arahan mengenai kemajuan pendidikan. Heryawan dan para kepala sekolah melakukan sesi foto bersama. Ia berharap kegiatan silahturahmi seperti ini bisa dilakukan kembali ke sekolah-sekolah lain di Jabar.

“Walaupun begitu sekolah di Jabar sangat banyak, yang negeri ada 800 sekolah dengan sekolah terbuka, yang swasta lebih banyak lagi, sekita 4000 sekolah. Sehingga yang dikunjungi hanya sample saja,” jelasnya.

 

Artikel Terkait: