Investasi Pendidikan Meningkatkan Harga Diri Bangsa

 Investasi Pendidikan Meningkatkan Harga Diri Bangsa

Secara umum terbukti bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik, status sosialnya tinggi, harga diri juga tinggi. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif daripada yang tidak berpendidikan. Produktifitas seseorang tersebut karena memiliki keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup.

Pengetahuan dan keterampilan hidup yang diperoleh dari masing-masing jenjang pendidikan berdampak pula pada besar pendapatan dan status sosialnya. Misalnya pendapatan lulusan sarjana per bulan 3 juta keatas, akademi antara 2.5-3 juta, SMA 1,5-1,9 juta (UMR), SD hanya sekitar 1 juta. Alasan untuk memprioritaskan pendidikan diantaranya adalah :

Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Karena salah satu dari fungsi pendidikan diantaranya adalah fungsi teknis ekonomis baik tataran individual hingga tataran global.

Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu Negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (Rate of Return) yang lebih tinggi daripada investasi fisik dibidang lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk biaya pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Oleh karena bagi individu maupun tataran nasional dan global, investasi pendidikan tidak akan rugi.

Untuk mengentas semua anak bangsa baik miskin maupun kaya, agar semua mendapatkan pendidikan yang merata untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya manusia, maka anggaran pendidikan nasional diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun dan bila perlu diperluas lagi menjadi 12 tahun. Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa biaya, barulah anggaran pendidikan untuk tingkat selanjutnya.

Apabila prioritas anggaran pendidikan tadi berjalan tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan, insyaallah bangsa dan negara kita menjadi bangsa yang terhormat, mempunyai martabat dan derajat yang tinggi di mata dunia. Sebab dengan sumber daya manusia yang tinggi, negara kita tidak lagi mengekspor TKI sebagai pegawai rendahan dan mengimpor tenaga ahli dari luar negeri dengan membayar gaji tinggi, insyaallah nantinya bisa mengekspor tenaga-tenaga ahli dan tidak lagi mengimpor tenaga ahli dari luar negeri, karena tenaga ahli dari dalam negeri sudah melimpah.

Dari paparan di atas jelaslah bahwa pendidikan adalah wahana yang penting dan strategis untuk perkembangan ekonomi, integrasi bangsa dan harga diri bangsa. Singkatnya pendidikan adalah sebagai investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Kalau suatu negara sudah memiliki tingkat ekonomi yang tinggi dan stabil, standar pendidikan yang setara dengan negara-negara maju, tidak akan dipandang rendah oleh negara lain.

Usaha meningkatkan harga diri bangsa, tidak lepas dari usaha meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Usaha meningkatkan perkembangan ekonomi tidak lepas bisa dari usaha meningkatkan sumber daya manusia yaitu melalui jalur pendidikan.

sumber :
https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/