Jaksa Tuntut Hukuman Mati Untuk Pengedar Narkoba

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Untuk Pengedar Narkoba

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Untuk Pengedar Narkoba

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Untuk Pengedar Narkoba
Jaksa Tuntut Hukuman Mati Untuk Pengedar Narkoba

BANDUNG. Kebijakan pemerintah saat ini yang memberikan hukuman

berat bagi para pengedar narkoba diantaranya berupa hukuman mati.

Mulai ditindaklanjuti oleh institusi penegak hukum. Jaksa menuntut hukuman mati untuk para pengedar narkoba. Hal tersebut, mengemuka dalam sidang di PN Bandung, Selasa (17/2).

Berdasarkan pemantauan jabarprov.go.id, Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Tedy Setiawan menuntut hukuman mati terhadap  3 terdakwa Pengedar, membawa, menyimpan,  sekira 390 Kg.ganja.disidangkan di Pengadilan Negeri  KLs 1A. Bandung di pimpin Majelis hakim Pintauli, dalam berkas terpisah.

Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan, digelar di ruang 6. Mengadili Dede Sutisna, Zainuddin, Syarifuddin, masing2 Hukuman mati, terbukti dalam dakwaan pertama pasal 114 Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, mendengar tuntutan mati, para terdakwa didang terpisah, tertunduk, namun majelis hakim, mengatakan agar tenang, mau berbuat, harus terima resiko, baik-baik dalam tanhanan jangan mengulangi lagi, selanjutnya dipersilahkan untuk koordinasi dengan penasehat hukumnya Dandi Karyana dan Ari Suherman.

Para terdakwa diadili, bermula pada tanggal 13 Juli 2014  Zainuddin

Syarifuddin tertangkap sekira pukul 02.30 Wib. Di Tol Jagorawi Km 23/ 600 Gunung Putri Kab. Bogormenyerahkan ganja 254 bungkus ganja dikemas dalam karung.setelah melakukan Pengembangan Angota BNPP Jawa Baratmelakukan Penangkapan di perumahan Rajeg City Banten, ditemukan 1 bungkus berlakban berisi daun/batang/biji diduga ganja berat 1 kg berikut HP merek Nokia warna hitam , digunakan untuk berkomunikasi dengan Zaenuddin, BNPP membawanya.

Hasil pemeriksaan zaenudin, mengakui masih menyimpan ganja yang belum diedarkan, disimpan disamping rumahnya. Ketika BNPP menggeledah di perumahan batu Rajeg Kab. Tanggerang, Provinsi Banten digudang, ditemukan 389 kg, sehingga total seluruhnya 390 kg.

Terhadap tuntutan Jaksa , Majelis hakim menunda sidang sepekan, untuk memberikan kesempatan kepada pengacara terdakwa, menyusun Pledoi atau pembelaan.Menurut pengacara tuntutan tersebut sangat berat, karena para terdakwa tidak mengetahui asal barang haram tersebut. (SN)

 

Sumber :

http://forums.qrecall.com/user/profile/35640.page