JENIS JENIS AL-MUDHARABAH

JENIS JENIS AL-MUDHARABAH

Prinsip al-mudharabah dapat digolongkan kedalam dua jenis, yaitu al-mudharabah mutlaqah dan al-mudharabah muqqayyadah.

  1. Al-Mudharabah Mutlaqah

Al-Mudharabah Mutlaqah merupakan bentuk mudharabah antara shahibul maal (pemilik modal) dan mudharib (bank), dimana shahibul maal memberikan hak atau kekuasaan yang sangat bear kepada mudharib untuk melakukan bisnis.

Implementasi konsep al-mudharabah mutlaqah dalam perbankan syari’ah diatur sebagai berikut :

  • jumlah modal yang diserahkan kepada nasabah selaku pengelola modal harus berupa uang tunai.
  • hasil pengelolaan modal pembiayaan mudharabh diperhitungkan dengan cara :
  1. perhitungan dari pendapatan proyek (revenue sharing)
  2. perhitungan dari keuntungan proyek (profit sharing)
  • hasil usaha dibagi sesuai dengan persetujuan dalam akad, pada setiap bulan atau waktu yang disepakati. Bank selaku pemilik modal menanggung seluruh kerugian kecuali akibat kelalain dana penyimpangan pihak nasabah.
  • bank berhak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan namun tidak berhak mencampuri urusan pekerjaan/usaha nasabah. Jika nasabah cidera janji dengan sengaja dapat dikenakan sanaksi administrasi.
  1. Al-Mudharabah Muqayyadah

Sifat kontrak kerjasama antara Shahibul maal dan mudharib memberikan batasan kepada mudharib dalam melaksanakan bisnisnya yang diatur dalam akad perjanjian kerjasama. karena danya pembatasan-pembatasan bagi mudharib dalam menjalankan usahanya, maka mudharib harus mengikuti ketentuan tersebut.

Karakteristik mudharabah muqayyah dalam penerapannya di dalam perbankan syariah pada dasarnya sama dengan persyaratan mudharabah mutaqah bagi perbankan syariah yang telah dijelaskan diatas. Perbedaannya adalah penyediaan modal yang hanya untuk kegiatan tertentu dan dengan syarat yang sepenuhnya ditetapkan oleh bank sebagai shahibul maal.

  1. PRINSIP SEWA-MENYEWA

Prinsip ketiga dalam penyaluran bank syariah adalah sewa-menyewa. Sewa-menyewa pada dasranya meruapakn transaksi sewa guna usaha atau lesaing. Oleh karena itu sebagaimana dalam praktek, sewa guna usaha bisa dalam bentuk sewa guna usaha dengan hak opsi atau financial lease dan sewa guna tanpa hak opsi atau operating lease. Dalam syariah islam prinsip sewa menyewa ini dibedakan berdaarkan akad. yaitu al-iajarah dan al-ijarah al-muntahiya bit-tamlik.

sumber  :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/