Kanker (Stadium I dan II)

 Kanker (Stadium I dan II)

 Kanker (Stadium I dan II)

 Kanker (Stadium I dan II)

Apabila ukuran tumor kurang dari 4 cm biasanya dilakukan radikal histerektomi atau radioterapi dengan atau tampa kometerapi.Apabila ukuran tumor lebih dari 4 cm biasanya dilakukan radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, atau kometerapi berbasis cisplatin yang dilanjutkan dengan histerektomi.

  1. Stadium Lanjut (Staduim II Akhir – Stadium 4 Awal)

Kanker serviks pada stadium ini dapat diobati dengan radioterapi dan kometerapi berbasis cisplatin. Pada stadium sangat lanjut(stadium IV akhir),dokter dapat mempertimbangkan kometerapi dengan kombinasi obat, misalnya hycamtin dan cisplatin.

Jika kesembuhan tidak dimungkinkan, tujuan pengobatan selanjutnya adalah mengangkat atau menghanjurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker.Biasanyaa dilakukan pengobatan yang bersifat paliatif-ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala.

  1. Pasca Pengobatan

  2. Setelah pengobatan selesai, dibutuhkan pemeriksaan berkala dengan teratur dan mungkin diperluakn pemeriksaan radiologis atau scan bila terjadi masalah pada fisik atau efek samping pengobatan yang terus berlangsung.
  3. Perlu diberi penyuluhan mengenai “penyesuaian kehidupan sesudah kanker” yang berisi nasihat nasihat untuk menjaga kesehatan dan lain sebagainya
  4. Pada tindakan histerektomi dan kedua indung  telur diangkat, atau radioterapi di daerah panggul, akan terjadi menopause dini.  Radioterapi daerah panggul dapat menyebabkan vagina menjadi lebih sempit sempith sehingga ada kesulitan dan ketidak nyamanan dalam hubungan seks. Untuk menjaga kelentura otot-otot vagian dapat digunakan krim hormon, dilator vagina atau melakukan hubungan seks secara teratur.
  5. Hubungan seks setelah terapi kenker sangat aman. Seks tidak akan membuat kanker timbul kembali dan pasanagn tidak akan tertular kanker. Namun untuk beberapa minggu pangan perlu berhati-hati dan se rileks mungkin sebelum kembali ke kehidupan seksual normal.

2.5         Promosi Kesehatan Prosedur Skrining Berkala Ca Mammae:

SADARI

Skrining adalah tes dan pemeriksaan untuk menemukan kanker pada orang-orang yang belum menunjukkan gejala kanker. Skrining sangat baik dilakukan pada wanita atau pria yang memiliki faktor risiko untuk kanker payudara, kanker serviks.

Test skrining dapat dilakukan dengan cara :

  1. Pertanyaan/kuesioner
  2. Pemeriksaan Fisik
  3. Pemeriksaan Laboratorium
  4. X-ray, termasuk diagnostic imaging

Syarat-syarat skrining :

  1. Penyakit harus merupakan masalah kesehatan yang penting
  2. Harus ada cara pengobatan yang efektif
  3. Tersedia fasilitas pengobatan dan diagnosis
  4. Diketahui stadium prepatogenesis dan pathogenesis
  5. Test harus cocok, hanya mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan, dapat diterima oleh masyarakat
  6. Telah dimengerti riwayat alamiah penyakit
  7. Harus ada Policy yang jelas
  8. Biaya harus seimbang, biaya skrining harus sesuai dengan hilangnya konsekuaensi kesehatan.

sumber :