KEKELIRUAN SAMPLING DAN TAK SAMPLING

KEKELIRUAN SAMPLING DAN TAK SAMPLING

Dalam penelitian ada dua macam kekeliruan yang pokok yang bisa terjadi ialah kekeliruan sampling dan kekeliruan tak sampling.[13][13]

Kekeliruan tak sampling, hal ini bisa terjadi dalam setiap penelitian, apakah itu berdasarkan sampling ataukah berdasarkan sensus. Beberapa penyebab terjadinya kekeliruan tak sampling adalah  :

  1. Populasi penelitian tidak didefinisikan sebagaimana mestinya;
  2. Populasi penelitian yang menyimpang dari populasi yang seharusnya dipelajari atau diteliti;
  3. Kuesioner tidak dirumuskan sebagaimana mestinya;
  4. Istilah-istilah telah didefinisikan secara tidak tepat atau telah digunakan  tidak secara konsisten;
  5. Para responden tidak memeberikan jawaban yang akurat, menolak untuk menjawab attau tidak ada ditempat peneliti datang untuk melakukan wawancara (Sudjana, 1975: 173).

       Selain dari pada itu, kekeliruan tak sampling bisa terjadi pada waktu peneliti mencatat data, melakukan tabulasi dan melakukan perhitungan-perhitungan. Kekeliruan ini dapat menimbulkan kesulitan pada proses penelitian yang sedang dilakukan. Karenanya, cukup jelas bahwa hal demikian perlu untuk dihindari oleh setiap peneliti. Sedang untuk kekeliruan sampling tersebut timbul disebabkan oleh kenyataan adanya pemeriksaan yang kurang lengkap tentang populasi penelitian, dan penelitian yang dilakukan hanya dilaksanakan berdasakan sampel yang telah ditetapkan. Untuk itu menjadi jelas bahwa penelitian yang dilaksanakan terhadap sampel yang diambil dari populasi dan penelitian terhadap populasi itu sendiri, kedua penelitian dilakukan dengan prosedur yang sama, maka hasilnya akan berbeda. Perbedaan antara hasil sampel dan hasil yang akan dicapai jika prosedur yang sama digunakan dalam sampling juga digunakan dalam sensus dinamakan kekeliruan sampling (Sudjana, 1975 :174).

3.1. Kesimpulan

  1. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel penelitian merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang ada dalam penelitian.
  2. Bingkai sampel penelitian sering dimaksud pula sebagai “Metode Sampel”. Metode Sampel merupakan cara – cara atau teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel, untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Secara garis besar teknik sampling dapat dikelompokan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Non Probability Sampling.
  3. Semakin banyak jumlah sampel penelitian yang diambil akan semakin  representatif, artinya akan semakin mendekati populasi target data yang diperoleh peneliti. Namun, apabila populasi penelitiannya  homogen sempurna maka besar kecilnya sampel tidak ada dampaknya.
  4. Beberapa penyebab terjadinya kekeliruan tak sampling adalah Populasi penelitian tidak didefinisikan sebagaimana mestinya ; Populasi penelitian yang menyimpang dari populasi yang seharusnya dipelajari atau diteliti;Kuesioner tidak dirumuskan sebagaimana mestinya;Istilah-istilah telah didefinisikan secara tidak tepat atau telah digunakan  tidak secara konsisten;Para responden tidak memeberikan jawaban yang akurat, menolak untuk menjawab attau tidak ada ditempat peneliti datang untuk melakukan wawancara. Sedang untuk kekeliruan sampling tersebut timbul disebabkan oleh kenyataan adanya pemeriksaan yang kurang lengkap tentang populasi penelitian, dan penelitian yang dilakukan hanya dilaksanakan berdasakan sampel yang telah ditetapkan.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/