LATAR BELAKANG PENULISAN SITASI

LATAR BELAKANG PENULISAN SITASI

LATAR BELAKANG PENULISAN SITASI
LATAR BELAKANG PENULISAN SITASI

Weinstock merumuskan beberapa alasan mengapa para pengarang/ilmuan perlu menyitir karya-karya ilmuan sebelumnya. Ia mencatat ada 15 alasan penting, yaitu :

  • memberikan penghormatan kepada para pelopor;
  • memberikan penghargaan terhadap karya bersangkutan;
  • mengindentifikasi metodologi, pendekatan teori, sarana, dan sebagainya;
  • memberikan latar belakang bacaan;
  • mengoreksi karya sendiri;
  • mengoreksi karya orang lain;
  • memberikan kritik terhadap karya-karya sebelumnya;
  • memperkuat klaim/tuntutan penemuan tentang sesuatu;
  • mempermaklumkan tentang karya yang akan diterbitkan;
  • memberikan petunjuk kepada karya yang penyebarannya terbatas, tidak diindeks, atau jarang dikutip oleh orang lain;
  • membuktikan keaslian data dan serangkai fakta;
  • mengindentifikasi terbitan asli dimana suatu ide atau konsepnya dibahas;
  • mengidentifikasi terbitan asli atau karya yang menggambarkan sebuah konsep atau istilah yang lazim berlaku dalam masyarakat;
  • membantah karya atau pendapat/gagasan oring lain;
  • membantah tuntutan lain menurut prioritas.

Dari beberapa alasan yang disebutkan di atas

Smith mengelompokan menjadi dua kelompok alasan, yaitu alasan penghargaan dan alasan ilmiah. Sebagai alasan ilmiah, dikatakan bahwa adanya sitiran merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam penciptaan sarana penyebarluasan informasi.

Sehubungan dengan itu, Martyn dan Lancaster, menyebutkan bahwa apapun yang disebut sebagai sebuah sitiran yang adanya pada bagian akhir dari suatu karya ilmiah, adalah merupakan suatu catatan yang memberikan indikasi bahwa penulis atau pengarang karya tersebutnya sedikitnya telah menggunakan literatur yang disitirnya itu sebagai bahan rujukan untuk mendukung sebagian atau keseluruhan karya ilmiahnya.

Oleh karenanya, sudah merupakan kewajiban moral dan akademis bagi mereka untuk mengungkapkan secara jujur dan jelas karya–karya atau sumber–sumber informasi yang digunakan untuk mendukung karyanya yang dibuat itu.

Menurut Judy Hunter dari Grinnel College

Dalam tulisannya yang berjudul “The importance of Citation” menyatakan bahwa setidaknya ada tiga alasan mengapa sitiran itu penting yaitu:“Pertama, karena ide-ide yang dituangkan dalam satu tulisan adalah merupakan ‘mata uang’ bagi seorang akademisi, artinya semakin banyak sitiran dilakukan maka kredit terhadap kontribusi idenya semakin banyak.

Kedua, karena tidak melakukan kutipan dengan benar akan merusak hak-hak orang yang mempunyai ide pertama kali. Ketiga, karena ada kebutuhan untuk melakukan pelacakan atau penelusuran terhadap perkembangan suatu ide atau teori.”

Baca juga artikel: