Pendidikan Sebagai Investasi Sumber Daya Manusia

Pendidikan Sebagai Investasi Sumber Daya Manusia

Kenyataan ini juga menunjukkan ketidaknyamanan dalam mengelola Sumber Daya Alam untuk kesejahteraan masyarakat. Ironis memang, tetapi ini suatu kenyataan.  Mengapa hal ini sampai terjadi. Jawabannya, rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Riau.

Diakui banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas SDM. Pendidikan, Kesehatan dan Gizi adalah faktor-faktor yang dominan. Pendidikan terbukti dari beberapa penelitian merupakan faktor yang sangat berpengaruh.  Masyarakat atau individu yang berpendidikan lebih tinggi, maka makin tinggi juga  tingkat kesadarannya akan kesehatan dan gizi makanannya. Sebaliknya, makin rendah tingkat pendidikan masyarakat atau individu, maka makin kurang kepedulian terhadap kesehatan diri dan gizi makanan yang dimakannya.

Disamping itu, pendidikan merupakan salah satu alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia. Manusia akan dapat mengetahui segala  sesuatu yang sesuai atau belum diketahuinya melalui pendidikan. Pendidikan juga merupakan hak seluruh umat manusia. Namun demikian, hak untuk memperoleh pendidikan harus diikuti oleh kesempatan dan kemampuan serta kemauan diri individu, keluarga dan masyarakat. Dapat dilihat dengan jelas betapa pentingnya peranan pendidikan dalam meningkatkan kualitas SDM agar sejajar dengan manusia lain, baik secara Regional (Otonomi Daerah), Nasional, maupun Internasional (Global).

Potret tingkat pendidikan masyarakat Riau sangat memprihatinkan. Jumlah penduduk yang hanya sekitar 4,6 juta jiwa, 51 % diantaranya hanya tamat atau tidak tamat sekolah dasar. Belum cukup sampai disitu, yang lebih parah lagi hampir 61.000 orang masih buta huruf.  Sebagian besar belum bisa menikmati pendidikan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pesisir dan daerah marjinal lainnya.  Walaupun tidak ada data yang valid, namun dapat dipastikan kondisi ini juga terjadi di Kecamatan Pangean?

Kondisi yang diungkapkan diatas bukan untuk ditangisi, tetapi harus kita tantang untuk membangun masyarakat Pangean yang berpendidikan. Patut kita apresiasi Program Pembangunan Pemerintah di Provinsi ini baik pada level Kabupaten dan Kota, maupun pada level Provinsi yang intinya mengurangi kebodohan dan kemiskinan serta membangun infrastruktur, yang dikenal dengan K2I.

Pemerintah di daerah ini meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menanggulangi kemiskinan. Berbagai program dicanangkan untuk memperbaiki SDM melalui pendidikan. Diharapkan pelaksanaan pembangunan pendidikan akan lebih baik dan alokasi dana pendidikan yang sesuai dengan amanat Undang-undang. Banyak pakar pendidikan mengemukakan, “jika abad silam disebut abad kualitas produk/jasa, maka masa yang akan datang merupakan abad kualitas SDM. SDM yang berkualitas dan pengembangan kualitas SDM bukan merupakan isu atau tema-tema Retorik, melainkan merupakan taruhan atau andalan serta ujian setiap individu, kelompok, golongan masyarakat, dan bahkan setiap bangsa.”  Oleh karena itu, apabila suatu negara atau daerah ingin cepat maju dan berhasil dalam pembangunan, prioritas pembangunannya adalah pendidikan. Jika perlu, sektor-sektor yang tidak penting ditunda dulu dan dana dipusatkan pada pembangunan pendidikan. Bagi bangsa dan daerah yang ingin maju, pendidikan merupakan sebuah kebutuhan. Sama dengan kebutuhan Perumahan, Sandang, dan Pangan.  Demikian juga untuk suatu Negara dalam skop kecil yakni keluarga. Sudah seharusnya setiap keluarga, menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama dalam rumaha tangga. Artinya, mereka mau mengurangi kualitas dan prioritas perumahan, pakaian, bahkan makanan, demi melaksanakan pendidikan anak-anaknya.

Pendidikan dan pengembangan SDM adalah proses sepanjang hayat yang meliputi berbagai bidang kehidupan karena  pengembangan SDM bukanlah sebatas menyiapkan manusia yang menguasai pengetahuan dan keterampilan yang cocok dengan dunia kerja pada saat ini, melainkan juga manusia yang mampu, mau, dan siap belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu memerlukan sumber daya waktu dan keuangan yang cukup besar yang dikenal dengan investasi SDM.  Yang dimaksud dengan investasi adalah mengorbankan aset yang dimiliki sekarang guna menda­patkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar. Investasi juga merupakan komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu atau lebih aset selama beberapa periode pada masa mendatang. Investasi dalam pendidikan adalah pembiayaan pendidikan yang dikeluarkan oleh individu atau keluarganya ditambah dengan biaya yang dianggarkan oleh pemerintah.  Termasuk juga biaya kesempatan akibat hilangnya  pendapatan potensial individu atau masyarakat. Investasi SDM sangat besar.

Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya.

sumber :

https://www.sudoway.id/seva-mobil-bekas/