Pengantar Ilmu Perbandingan Madzhab

Pengantar Ilmu Perbandingan Madzhab

Pengantar Ilmu Perbandingan Madzhab

Pengertian Madzhab

Kata madzhab berasal dari kata “dzahaba”, yang berari “pergi”, “berlalu”, “berjalan”, “berpendapat”.
Dzahaba; Yadzhabu; Dzihaban; Dzuhuban; Madzhaban. Said Ramdhani Buthy, Madzhab adalah jalan pikiran (paham/pendapat) yang ditempuh oleh seorang mujtahid dalam menetapkan suatu hukum Islam dari Al-Qur’an dan Hadis.
KH.E Abdurrahman, Madzhab adalah pendapat, paham atau aliran seorang ulama. Seperti Imam Abu Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hanbali, dll.
A. Hasan, madzhab adalah sejumlah fatwa atau pendapat seorang ulama dalam urusan agama, baik dalam masalah ibadah ataupun lainnya.

Awal Madzhab

Kulafaurrasyidin

Abu Bakar, Umar Bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib juga memiliki pandangan/pendapat tersendiri dalam beberapa hal.

Sehingga mereka pada hal-hal tertentu dapat dsebut sebagai imam madzhab. Tetapi sejauh ini tidak disebut sebagai imam madzhab.
Mengapa?

Faktor yang menjadikan Imam sebagai Madzhab (menurut Khudhari Bek)

Pendapat-pendapatnya dikumpulkan dan dibukukan.
Ada pengikut atau murid-murid yang berusaha menyebarkan pendapat imamnya, mempertahankan, dan membelanya (dalam bentuk karya ilmiah).
Ada pengikut atau murid-muridnya yang menjadikan cara berfikir imamnya dalam mengambil keputusan atau ijtihad.
Terkadang ada kekuasaan yang menjadikan pikiran imam tertentu sebagai madzhab negara.

Faktor Muncunya Madzhab

Semakin luasnya wilayah Islam. Seperti Iraq, Syam, Mesir, Persia, dll.
Sosiologi masyarakat Islam di berbagai wilayah yang berbeda.
Pertemuan pengetahuan Islam dengan berbagai pengetahuan dari wilayah lain.
Jauhnya negara-negara Islam dari pusat kekuasaan yang ada di Madinah.

Macam-Macam Madzhab

Baca Juga: Sholat Rawatib

Ahlussunnah wal Jamaah

Ahlu al-Ra’yi (kelompok rasionalis). Banyak berkembang di Kuffah. Dipelopori oleh Abu Hanifah. Banyak berkembag di Iraq, Turki, Afganistan. Asia Tengah, Pakistan, India, Brazil, Amerika Latin dan Mesir.
Ahlu al-Hadist (kelompok tradisionalis). Dipelopori Imam Malik bin Anas. Berkembang di Madinah. Banyak diikuti di Afrika Utara, Mesir, Sudan, Kuwait, Qathar, dan Bahrain.
Moderat, kelompok ini dipelopori oleh Imam Syafi’i, yang mencoba mempertemukan paradigma kelompok Rasionalis dan Tradisionalis. Madzhab ini banyak berkembang di Mesir, Syiria, Pakistan, Saudi Arabia, India Selatan, Muangtai, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Aliran ini juga diikuti oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Madzhab Hanbali berkembang di Saudi Arabia, Syiria, dan beberapa negara Afrika.
Madzhab Dzahiri. Imam madzhab ini Imam Daud bin Ali. Madzhab ini lebih condong pada dzahir nash, baik Al-Qur;an atapun Hadist. Madzhab ini berkembang di Spanyol pada abad V H oleh Ibn Hazm (w. 456 H/1085 M). Madzhab ini perlahan hilang, karena tidak banyak pengikutnya.

Madzhab Syiah

a) Syiah Zaidiah. Madzhab ini didirikan oleh Zaid bin Ali Zain al-Abidin. Syiah Zaidiah berpendapat bahwa imam tidak ditentukan oleh Nabi, tetapi nabi hanya menyebut karakter orang yang layak menjadi imam. Ali diangkat menjadi imam karena sifat yang ada padanya memenuhi. Karakter tersebut; taqwa, alim, murah hati, dan berani. Imam setelah Ali, haruslah dari keturunan Fatimah.
Syiah Zaidiah mengakui kepemimpinan Abu Bakar, Umar dan Usman.
Pada Hakikatnya Mazhab ini tidak jauh beda dengan Ahlussunnah wal jamaah. Syiah Zaidiah banyak diikuti di Yaman.
b) Syiah Imamah (Isna Asyariyah/12)
Ali bin Abi Thalib
Hasan
Husain
Ali Zain al-Abidin
Muhammad al-Baqir
Ja’far al-Shadiq (Ja’fariyah)
Musa al-Kazhin
Ali al-Ridha
Muhammad al-Jawad
Ali al-Hadi
Al-Hasan bin Muhammad al-Askari
Muhammad al-Mahdi al-Muntazhar (hilang di goa yang terdapat di dalam masjid [samarra] Iraq).