Pengertian Metodologi Studi Islam

Pengertian Metodologi Studi Islam

  1. Secara Etimologi

Perkembangan merupakan kata-kata orang indonesia, yakni kata kembang yang mendapat imbuhan per-an. Kembang sendiri dalam KBBI artinya adalah memperluas, kemudian mendapat imbuha kata per-an menjadi kata perkembangan yang artinya adalah memperluas atau perluasan suatu hal atau tujuan. Studi merupakan asal mula dari kata bahasa inggris yaitu study yang artinya pelajaran. Islam (bahasa arab: اسلام , islam) adalah merupakan sebuah agama yang berkembang hampir diseluruh dunia.

Ilmuan berasal dari kata ilmu dan berimbuhan an, ilmu sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu science(sains), kemudian kata ilmu yang berimbuhan an yang menjadi kata ilmuan. Muslim berasal dari bahasa arab; مسلم muslim. Secara harfiah berarti “seseorang yang berserah diri pada allah”, termasuk segala makhluk yang ada dibumi dan dilangit. Kata muslim merujuk kepada penganut agama islam.

  1. Secara Terminologi

Perkembangan studi islam dikalangan ilmuan muslim merupakan Sebagai aktifitas yang bergerak dalam perkembangan studi islam yang perlu mengetahui sejarah perkembangan studi islam untuk memberi arah bagi programnya. Sebab dengan adanya sejarah studi tersebut juga berfungsi sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai langkah serta sebagai jalur langkah yang menentukan dalam mempelajarinya. Serta mengerti perkembangan apa saja yang dibuat oleh tokoh-tokoh yang memajukan studi untuk mengembangkan ilmu dari dahulu sampai sekarang ini. Dan juga mengetahui cara atau pendekatan apa saja yang digunakan dalam perkembangan studi islam.[1]

  1. Sejarah Perkembangan Studi Islam di Dunia Muslim

Studi Islam di dunia Islam sama dengan menyebut studi Islam di dunia muslim. Dalam sejarah muslim dicatat sejumlah lembaga kajian Islam di sejumlah kota. Maka uraian berikut adalah sejarah perkembangan studi Islam di dunia muslim. Akhir periode Madinah sampai dengan 4 H, fase pertama pendidikan Islam sekolah masih di masjid-masjid dan rumah-rumah dengan ciri hafalan namun sudah dikenalkan logika. Selama abad ke 5 H, selama periode khalifah ‘Abbasiyah sekolah-sekolah didirikan di kota-kota dan mulai menempati gedung-gedung besar dan mulai bergeser dari matakuliah yang bersifat spiritual ke matakuliah yang bersifat intelektual, ilmu alam dan ilmu sosial.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/