Pengertian Mubtada ( المبتدأ) dan Khabar (خبر)

 Pengertian Mubtada ( المبتدأ) dan Khabar (خبر)

Mubtada ialah isim marfu’ yang bebas dari amil lafazh, sedangkan khabar ialah isim marfu’ yang di-musnad-kan kepada mubtada.
Berkata Syaikh Muhyiddin ‘Abdul Hamid tentang penjelasan Mubtada dan Khabar, bahwa : “Mubtada adalah ‘ibarah yang didalamnya terkandung tiga syarat, yaitu 1) Berupa isim, 2) Berada dalam keadaaan Rafa’, 3) Tidak terdapat di dalamnya amil-amil lafdhiyyah (Inna dan macam-macamnya, Kaāna dan macam-macamnya, dan Dhanna dan macam-macamnya). Sedangkan Khabar adalah isim marfu’ yang disandarkan pada Mubtada dan bersama-sama dengan Mubtada melengkapi makna kalimat.
Contohnya seperti perkataan:   (Zaid berdiri);  (dua Zaid itu berdiri); dan   (Zaid-Zaid itu berdiri).  Maksudnya: Mubtada itu isim marfu’ yang kosong  atau bebas dari amil lafazh, yakni: yang me-rafa’-kan mubtada itu bukan amil lafazh, seperti fa’il atau naibul fa’il, melainkan oleh amil maknawi, yaitu oleh ibtida atau permulaan kalimat saja.  Sedangkan khabar adalah isim marfu’ yang di-musnad-kan atau disandarkan kepada mubtada, yakni tidak akan ada khabar kalau tidak ada mubtada dan mubtada itulah yang me-rafa’kan khabar,seperti lafazh:   (Zaid berdiri). Lafazh   menjadi mubtada yang di-rafa’-kan oleh ibtida, tanda rafa’-nya dengan dhammah karena isim mufrad. Sedangkan lafazh     menjadi khabar-nya yang di-rafa’kan oleh mubtada, tanda rafa’nya dengan dhammah karena isim mufrad.
(Dua Zaid itu berdiri). Lafazh     menjadi mubtada yang di-rafa’-kan, tanda rafa’-nya dengan alif karena isim tatsniyah. Sedangkan lafazh   menjadi khabar yang di-rafa’-kan oleh mubtada, tanda rafa’-nya dengan alif karena isim tatsniyah.
(Zaid-Zaid itu berdiri). Lafazh    mubtada dan  menjadi khabar-nya, di-rafa’-kan dengan memakai wawu karena jamak mudzakkar salim.

sumber :