Pengertian Sosialisasi Politik

Pengertian Sosialisasi Politik

Pengertian Sosialisasi Politik

Pengertian Sosialisasi Politik
Pengertian Sosialisasi Politik

Sosialisasi politik adalah suatu proses dimana seseorang memperoleh sikap dan orientasi terhadap fonomena politik yang berlaku dalam masyarakat, proses sosialisasi berjalan secara berangsur angsur dari masa kanak-kanak samapai dewasa. Beberapa ilmuwan politik memberikan pendapat mengenai sosialisasi politik. Berikut ini pendapat-pendapat tentang sosialisasi politik.

David F. Aberie

Dalam culture and socialization menyatakan bahwa sosialisasi politik adalah pola-pola aksi sosial atau aspek-aspek tingkah laku yang menanamkan pada individu mengenai keterampilan (termasuk ilmu pengetahuan), motif-motif, dan sikap-sikap yang diperlukan untuk menampilkan peranan-peranan yang sekarang atau yang tengah diantisipasi dan terus berkelanjutan sepanjang kehidupan manusia normal, sejauh peranan-peranan baru itu masih terus dipelajari.

Richard E. Dawson dkk

Sosialisasi politik sebagai suatu pewarisan pengetahuan, nilai-nilai, dan pandangan-pandangan politik dari orang tua, guru dan sarana-sarana sosialisasi lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa.

Alfian

Pendidikan politik sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka mengalami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. Hasil penghayatan itu akan melahirkan sikap dan perilaku politik baru yang mendukung sistem politik ideal tersebut, dan bersamaan dengan itu lahir pulalah kebudayaan politik baru.

Menurut pandangan Alfian ada dua hal yang perlu diperhatikan mengenai politik, yaitu:

Sosialisasi politik hendaknya dilihat sebagai proses yang berjalan terus-menerus selama proses itu hidup.
Sosialisasi politik merupakan perwujudan transmisi berupa pengajaran secara langsung dengan melibatkan komunikasi informasi, nilai-nilai, atau perasaan-perasaan mengenai politik secara tegas. Proses tersebut berlangsung dalam keluarga, sekolah, kelompok pergaulan, kelompok kerja, media massa atau kontak politik langsung.

Secara umum sosialisasi politik memegang peranan penting, antara lain:

Sosialisasi politik secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar dari pengalaman atau pola-pola aksi.
Merupakan indikasi umum hasil belajar dari tingkah laku individu dan kelompok dalam batasan yang luas dan lebih khusus berkaitan dengan pengetahuan atau informasi, nilai/motif, dan sikap-sikap.

Sosialisasi politik berlangsung seumur hidup

Sosialisasi politik merupakan pra kondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, dan memberikan penjelasan mengenai tingkah laku sosial.
Sosialisasi politik dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan negara maupun dalam lingkungan partai politik. Dengan adanya pendidikan politik yang baik, diharapkan kader-kader partai politik dan masyarakat memperoleh beberapa manfaat, antara lain:

Memperoleh pemahaman, penghayatan, dan wawasan terhadap masalah-masalah dan isu-isu yang bersifat politis.
Meningkatkan kualitas diri dalam berpolitik dan berbudaya politik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Meningkatkan kualitas kesadaran politik rakyat menuju peran aktif dan partisipasinya terhadap pembangunan politik bangsa secara keseluruhan.
Pelaksanaan Perilaku Politik Sesuai dengan Aturan sebagai Wujud Sosialisasi Politik dalam Pengembangan Budaya Politik

Sosialisasi politik sangat penting bagi berkembangnya budaya politik di suatu negara. Sosialisasi politik merupakan wujud dari ciri-ciri sikap politik yang demokratis. Adapun ciri-ciri sikap politik yang demokratis antara lain:

  • Sikap pluralis.
  • Sikap santun dan anti kekerasan.
  • Sikap kritis, konstruktif dan inisiatif.
  • Sikap komitmen dan bertanggung jawab.
  • Sikap mandiri dan kompetitif.
  • Sikap terbuka.
  • Sikap bekerja sama dan saling ketergantungan.
  • Sikap pengendalian diri.
  • Sikap menghargai setiap perbedaan pendapat dan kepentingan.

Baca juga: