Peninggalan Kerajaan Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari
Peninggalan Kerajaan Singasari

1. Prasasti Mula Malurung

Prasasti Mula Malurung yakni piagam pengakuan penganugrahan desa Mula dan desa Malurung untuk tokoh berjulukan Pranaraja. Prasasti ini berupa lempengan-lempengan tembaga yang diterbitkan Kertanagara pada tahun 1255 sebagai raja muda di Kadiri, atas perintah ayahnya Wisnuwardhana raja Singhasari.
Kumpulan lempengan Prasasti Mula Malurung ditemukan pada dua waktu yang berbeda. Sebanyak sepuluh lempeng ditemukan pada tahun 1975 di bersahabat kota Kediri, Jawa Timur. Sedangkan pada bulan Mei 2001, kembali ditemukan tiga lempeng di lapak penjual barang loak, tak jauh dari lokasi inovasi sebelumnya. Keseluruhan lempeng prasasti ketika ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

2. Prasastri Singosari

Prasasti Singosari, yang bertarikh tahun 1351 M, ditemukan di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan kini disimpan di Museum Gajah dan ditulis dengan Aksara Jawa.
Prasasti ini ditulis untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada. Paruh pertama prasasti ini merupakan pentarikhan tanggal yang sangat terperinci, termasuk pemaparan letak benda-benda angkasa. Paruh kedua mengemukakan maksud prasasti ini, yaitu sebagai pariwara pembangunan sebuah caitya.

3. Candi Jawi

Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan – Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun bekerjsama merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan debu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari debu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.

4. Prasasti Wurare

Prasasti Wurare yakni sebuah prasasti yang isinya memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah tempat berjulukan Wurare (sehingga prasastinya disebut Prasasti Wurare). Prasasti ditulis dalam bahasa Sansekerta, dan bertarikh 1211 Saka atau 21 November 1289. Arca tersebut sebagai penghormatan dan perlambang bagi Raja Kertanegara dari kerajaan Singhasari, yang dianggap oleh keturunannya telah mencapai derajat Jina (Buddha Agung). Sedangkan goresan pena prasastinya ditulis melingkar pada serpihan bawahnya.

5. Candi Kidal

Candi Kidal yakni salah satu candi warisan dari kerajaan Singasari. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati, Raja kedua dari Singhasari, yang memerintah selama 20 tahun (1227 – 1248). Kematian Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya sebagai serpihan dari kudeta Singhasari, juga diyakini sebagai serpihan dari kutukan Mpu Gandring.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/12-hukum-bacaan-tajwid-beserta-contohnya-yang-harus-diketahui/