Perawatan Tanaman Melinjo

Perawatan Tanaman Melinjo

Perawatan Tanaman Melinjo

 

Perawatan Tanaman Melinjo
Perawatan Tanaman Melinjo

Penyiraman Tanaman Melinjo

Jika tidak ada hujan, penyiraman dilakukan 2 kali sehari selama dua minggu setelah ditanam, selebihnya cukup sehari sekali.
Setelah tanaman tumbuh, penyiraman tetap dilakukan dengan melihat kondisi kelembaban tanah.
Setelah besar penyiraman tidak perlu dilakukan, sebab akar sudah cukup mendapatkan air meskipun tanah di permukaan kelihatan kering.
Untuk menghindari kelebihan air selama musim hujan, dibuatkan saluran pembuangan air di sekitar tanaman.

Pemberian pupuk lanjutan

Selain pupuk kandang, pupuk buatan juga perlu diberikan. Pemberian dilakukan 2 kali setahun. Menjelang musim hujan dan menjelang musim kemarau. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman.  Pemupukan dilakukan dengan cara membenamkan pupuk pada lubang yang digali sedalam 10-15 cm mengelilingi lingkaran daun terluar.

Penyiangan Tanaman Melinjo

Tujuannya untuk menghilangkan tanaman pengganggu (gulma), rerumputan liar dan tanaman merambat yang sering tumbuh di sekitar tanaman melinjo terutama ketika tanaman masih kecil (1-3 tahun).
Penyiangan dapat dilakukan setiap saat.
Saat penyiangan dilakukan pendangiran atau pengemburan tanah di sekeliling tanaman paling sedikit 2 kali setahun.

Penyulaman Tanaman Melinjo

Bibit yang mati segera disulam, diganti dengan bibit baru.
Penyulaman dilakukan sesegera mungkin agar pertumbuhan tanaman yang disulam tidak tertinggal.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/cara-mengawinkan-ikan-cupang/

Pemangkasan Tanaman Melinjo

Dilakukan agar tidak tumbuh terlalu tinggi, memudahkan dalam memungut hasil.
Mempermudah pengontrolan hama dan penyakit.
Cabang akan semakin banyak sehingga bunga juga semakin banyak.
Keseimbangan berat tanaman terjaga sehingga tanaman berasal dari cangkok atau stek yang perakarannya dangkal tidak mudah roboh.