Perilaku Manajerial

Perilaku Manajerial

Perilaku Manajerial

Perilaku Manajerial

Sebagai figur untuk anak buah

pemimpin, dan penghubung. yang kedua adalah peran informasional, meliputi manager sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta sebagai juru bicara. yang ketiga adalah pengambilan keputusan, meliputi sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manager adalah berinteraksi dengan orang lain.

Berdasarkan sikap dan perilaku para manager internasional dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :

  1. Ethnocentric manager / manager etnosentris ethnocentric manager adalah manager yang memiliki anggapan atau persepsi bahwa budaya dan perilaku kerja di negara tempat asalnya jauh lebih baik daripada tempat lain. Contohnya adalah di mana para manager asing lebih suka memberikan kesempatan jenjang karir pada pekerja asing saja sehingga menimbulkan diskriminasi.
  2. Polycentric manager / manager polisentris polycentric manager adalah manager yang menggangap bahwa pekerja asing dan pekerja lokal memiliki perbedaan yang cukup jauh dan tenaga kerja dalam negeri lebih memiliki daya saing dan skill di lapangan.
  3. Geocentric manager / manager geosentris geocentric manager memiliki suatu anggapan yang lebih realistik dibanding kedua jenis manager di atas. Manager geosentris memahami bahwa terdapat kekurangan dan kelebihan pada budaya yang ada sehingga perlu dibuat adanya penyesuaian budaya dengan memnggabungkan keduanya untuk membentuk budaya yang baru yang lebih kuat dan efektif.

Menurut Bass dan Avolia konsep dari kepemimpinan yaitu:

  1. Idealized Influence, yaitu perilaku rasa hormat (respect) dan percaya diri dari orang-orang yang dipimpinnya. Makna saling berbagi risiko.
  2. Inpirational motivation, yang tercermin dalam perilaku yang senantiasa menyediakan tantangan dan makna pekerjaan orang-orang yang dipimpin, termasuk didalamnya adalah perilaku yang mampu mendemostrasikan komitmen terhadap organisasi. Semangat ini dibangkitkan melalui antusiasme dan optmisme.
  3. Intellectual Simulation, menggali ide-ide baru dan solusi yang kretif dari orang-orang yang dipimpinnya.
  4. Indivualized conideration, selalu mendengarkan dengan penuh perhatian, dan memberikan perhatian khusus kepada kebutuhan prestasi dan kebutuhan orang-orang yang dipimpinya.

Baca Juga :