Polemik Kewajiban Mengajar 32 Jam Guru Honorer Jabar

Polemik Kewajiban Mengajar 32 Jam Guru Honorer Jabar

Polemik Kewajiban Mengajar 32 Jam Guru Honorer Jabar

Polemik Kewajiban Mengajar 32 Jam Guru Honorer Jabar
Polemik Kewajiban Mengajar 32 Jam Guru Honorer Jabar

Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) mendesak Dinas Pendidikan Jawa Barat

untuk memperjelas kebijakan terkait kewajiban mengajar tatap muka 32 jam per minggu bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Bila tidak, maka guru honorer akan menjadi korban.

Ketua IKA UPI Bidang Advokasi dan Hukum, Iwan Hermawan mengatakan, alasan dari harus memperjelas kebijakan tersebut yakni ketika guru ASN dituntut mengajar sebanyak 32 jam pelajaran selama satu pekan, maka bakal ada guru honorer yang kehilangan jam mengajar. Lebih parah lagi bila guru dipaksa mengajar mata pelajaran lain demi memenuhi tuntutan 32 jam mengajar.

Kalau ini terjadi, maka guru bukan lagi profesi karena menjalankan profesi tidak sesuai d

engan kompetensinya,” kata Iwan, kepada RMOLJabar, Kamis (25/1).

Namun demikian, Iwan mengaku menyambut baik adanya tuntutan guru untuk berada di sekolah selama lima hari kerja sebagaimana ASN lain.

Dengan berada di sekolah, lanjut Iwan, maka guru bisa tetap menjalankan tugas-tugas

profesinya sesuai amanat undang-undang dan PP tentang guru. Misalnya, tugas-tugas tambahan seperti wali kelas, pembina ekstrakurikuler, laboran, dan lain-lain yang kemudian dikonversi menjadi jam mengajar.

“Distribusi tugas tersebut akan dengan sendirinya memenuhi tuntutan mengajar bagi guru. Bagi rata saja tugas-tugas tersebut, maka semua akan kebagian jam mengajar secara proposional,” pungkas Iwan

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/