Sel Parenkim (Soft Tissue)

Sel Parenkim (Soft Tissue)

Sel Parenkim (Soft Tissue)Sel Parenkim (Soft Tissue)

Sel parenkim pada kayu daun lebar merupakan sel yang berfungsi sebagai penyimpan serta pengatur cadangan makanan. Sel parenkim ini terdiri dari parenkim aksial (tersusun vertikal) dan parenkim jari-jari (tersusun horizontal).
Parenkim aksial pada kayu merupakan jaringan yang terdiri dari sel berdinding tipis berukuran pendek, sumbu mengarah vertikal dengan jumlah yang bervariasi. Parenkim aksial berdasarkan distribusinya dapat dibedakan menjadi dua bagian yakni parenkim apotrakeal dan parenkim paratrakeal.
Parenkim apotrakeal merupakan sel parenkim yang terpisah dari sel pembuluh kayu. Parenkim apotrakeal ini terbagi atas beberapa bagian yaitu parenkim sebar (diffuse), parenkim garis tangensial pendek, parenkim pita konsentris, dan parenkim pita marginal. Parenkim paratrakeal merupakan sel parenkim yang memiliki letak bersinggungan baik secara sepihak maupun secara keseluruhan. Parenkim paratrakeal terbagi menjadi beberapa bagian yaitu parenkim paratrakeal sepihak, paratrakeal selubung, paratrakeal aliform, dan paratrakeal aliform confluent (Pandit & Ramdan, 2002).
Parenkim jari-jari merupakan parenkim yang susunannya secara horizontal dengan dinding sel relatif lebih tebal (Pandit & Ramdan, 2002). Jane (1970) membedakan parenkim jari-jari menjadi dua bagian yakni jari-jari homogenous dan heterogenous.
Jari-jari homogenous merupakan jari-jari yang secara keseluruhan terdiri dari sel baring atau sel tegak. Berdasarkan baris selnya, jari-jari ini dapat dibedakan dengan nama yang berbeda yakni uniseriate apabila lebar jari-jari terdiri dari satu baris sel dan biseriate apabila lebar jari-jari terdiri dari dua baris sel, dan triseriate sampai seterusnya. Sedangkan jari-jari hterogenous merupakan sel jari yang terdiri dari sel tegak (dibagian ujung jari-jari) dan sel baring. Dalam hal ini, jari jari heterogenous merupakan campuran dari sel tegak dan sel baring (Jane, 1970).

4. Sel Serabut (Fiber Cell)

Sel serabut pada kayu daun lebar merupakan suatu sel yang menyusun kayu daun lebar yang memiliki fungsi sebagai pemberi kekuatan mekanik pada batang kayu sehingga dinding sel berukuran tebal. Sel serabut pada kayu daun lebar terbagi menjadi dua bagian berdasrkan noktah pada kayu yakni serabut libriform (libriform fibers) dan serabut trakeida (trakeida fibers).

Serabut libriform merupakan sel yang memiliki noktah sederhana berukuran kecil sehingga memberi kekuatan pada kayu karena berdiameter kecil dengan lumen sel yang sempit. Serabut libriform terlihat ramping dengan keberadaan noktah banyak terletak pada dinding radial daripada dinding tangensialnya.

Serabut trakeida merupukan sel yang memiliki noktah halaman. Sel trakeida memiliki beberapa sifat yaitu dinding sel berukuran tebal, noktah halaman pada dinding sel berukuran kecil, dan ujung sel runcing. Selanjutnya, perubahan yang terjadi pada dinding sel serabut trakeida di beberapa jenis pohon dicirikan dengan terjadinya penebalan spiral (dinding sekunder), adanya sekat melintang pada dinding sel, munculnya sekat palsu akibat endapat getah atau resin, dan adanya lapisan gelatinous (Pandit & Ramdan, 2002).