Sifat Unsur Logam Alkali

Sifat Unsur Logam Alkali

Sifat Unsur Logam Alkali

Sifat Unsur Logam Alkali
Sifat Unsur Logam Alkali

Sifat Periodik dan Fisika Unsur Logam Alkali

Sifat unsur logam alkali terutama ditentukan oleh kecendrungannya melepaskan satu elektron. Perbedaan sifat unsur yang satu dengan yang lain menunjukkan keteraturan dari atas ke bawah dalam sistem periodik.

 

Untuk lebih jelasnya, dipaparkan pada tabel di bawah ini.

UnsurJari-jari Atom (Ǻ)Keelektro-negatifanEnergi Ionisasi (kJ/mol)Potensial reduksi (Volt)Kerapatan (g/mL)Titik Didih (oC)Titik leleh (oC)
Li1,520,98520,2-3,0450,5341.347180,54
Na1,860,93495,8-2,71090,971903,897,81
K2,270,82418,8-2,9240,86277463,65
Rb2,470,82403,0-2,9251,53268838,89
Cs2,650,79375,7-2,9231,878678,428,40

 Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

Konfigurasi elektron valensi logam alkali adalah ns1 yang berarti terletak pada golongan IA dalam sistem periodik dan menempati blok s. Logam alkali mempunyai satu elektron valensi sehingga mudah melepaskan satu elektron dan membentuk ion positif bervalensi satu :

L →  L+   +  e

Kecenderungan sifat logam alkali sangat teratur. Dari atas ke bawah secara berurutan semakin besar :

  • jari-jari atom
  • massa atom
  • sifat reduktor
  • massa jenis (kerapatan)

 

Sementara itu, Dari atas ke bawah secara berurutan semakin kecil :

  • energi ionisasi
  • afinitas elektron
  • keelektronegatifan
  • titik leleh
  • titik didih

 

Titik leleh yang cukup rendah menunjukkan bahwa logam alkali merupakan

Logam yang lunak. Lunaknya logam bertambah dengan bertambahnya nomor atom. Dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari atom bertambah besar sehingga jarak antara inti dengan elektron kulit terluar bertambah besar. Dengan demikian besarnya energi untuk melepas elektron valensinya (energi ionisasi) semakin kecil. dengan semakin kecil harga energi ionisasi maka dari atas ke bawah ( Li ke Cs ) semakin besar kereaktifannya.

Semua logam alkali memiliki titik leleh dan titik didih diatas suhu ruangan. Semua unsurnya berwujud padat pada suhu ruangan, kecuali cesium. Jika suhu lingkungan pada saat pengukuran melebihi 28oC unsur ini akan berwujud cair.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/