tahun kelahiran nabi muhammad disebut tahun

tahun kelahiran nabi muhammad disebut tahun

RESPON MASYARAKAT ARAB MAKKAH

Rasulullah saw menerima wahyu pertama ketika sedang bertahanuts di Gua Hira yaitu QS. Al-Isra ayat 1-5. Kurang lebih dua setengah tahun kemudian, Rasulullah saw menerima wahyu yang kedua yaitu QS. Al-Muddatstsir ayat 1-7. Dengan turunnya wahyu yang kedua tersebut, jelaslah misi yang harus beliau laksanakan yaitu mengajarkan tauhid dan agama Islam.
Dalam melaksanakan misi dakwahnya yang secara sembunyi-sembunyi, Rasulullah saw mendatangi orang demi orang dan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. Cara ini ternyata dapat pula menarik orang-orang miskin dan hamba sahaya kedalam pangkuan Islam sehingga dapat menambah jumlah pengikutnya. Tiga tahun lamanya Rasulullah saw melakukan dakwah sembunyi-sembunyi merupakan waktu yang panjang. Hal ini dilakukan karena takut diketahui dan diancam oleh kaum kafir Quraisy. Pada tahap awal ini Rasulullah saw ekstra hati-hati agar orang-orang kafir Quraisy tidak mendeteksi gerakan dakwah yang dilakukannya.
Dakwah secara terang-terangan baru dilakukan Rasulullah saw setelah turunnya perintah Allah swt melalui QS. Al-Hijr ayat 94. Namun imbauan secara terbuka Rasullah saw terhadap masyarakat Makkah untuk memeluk Islam sama sekali tidak digubris oleh mereka. Dengan perasaan acuh tak acuh dan apatis bercampur sinis, mereka secara bulat menolak dan meninggalkan Nabi Muhammad saw.
Pada suatu hari Rasulullah saw naik ke bukit Shafa kemudian menyeru umatnya untuk meninggalkan kemusyrikan dan menyembah Allah swt. Namun mereka menampik dengan keras ajakan dan imbauan dakwah tersebut. Bahkan salah seorang paman Rasulullah saw yang bernama Abu Lahab dengan gaya congkak, raut muka angkuh dan wajah arogan mengatakan “Celakalah engkau, Muhammad! Hanya untuk inikah engkau mengumpulkan kami ?”.[7] Sedangkan istri Abu Lahab yang bernama Ummu Jamil turut menyebarkan fitnah-fitnah ke masyarakat bahwa Muhammad itu jahat, pendusta besar, pembuat onar, dan tidak boleh dipercaya.[8]
Abu Thalib adalah salah seorang paman Nabi Muhammad saw yang meskipun belum menganut Islam, tetapi menjadi pelindung gigih dan pembela Nabi Muhammad saw. Kaum kafir Quraisy selalu menghasut Abu Thalib agar mau meminta Nabi Muhammad saw untuk menghentikan dakwah, namun selalu ditolaknya. Karena ia tidak sampai hati membuat kemenakannya kecewa atau ditimpa mara bahaya yang dirancang oleh para pemuka Quraisy.
Sebenarnya ada beberapa faktor penting yang melatarbelakangi mengapa kaum kafir Quraisy sangat menentang keras agama Islam yang didakwahkan Rasululllah saw, yaitu :
a. Mereka berpendapat bahwa beriman dan tunduk kepada seruan Rasulullah saw berarti menyerahkan komando kekuasaan kepada keluarga Muhammad (Bani Abdul Muthalib dan Bani Hasyim).
b. Orang-orang Quraisy memandang diri meerka sebagai kabilah yang paling mulia, super dan tinggi di Jazirah Arab. Sedangkan Islam memandang manusia memiliki hak dan derajat yang sama, kecuali tingkat ketakwaannya kepada Allah swt.
c. Segala adat istiadat, kepercayan dan agama nenek moyang yang mereka warisi dari leluhur mereka diterima begitu saja tanpa kritik dan dipegangi secara membabi buta. Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw dianggap sebagai kepercayaan dan agama baru yang harus ditolak karena berusaha menggantikan agama nenek moyangnya.
d. Ajaran Islam tentang kebangkitan dan siksa neraka dinilai sangat kejam oleh para kaum kafir Quraisy.
e. Bagi sebagian orang Arab, memperjualbelikan patung untuk disembah merupakan salah satu sumber mata penghasilan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kedatangan Islam yang mengajarkan larangan membuat, menjual, dan menyembah patung-patung tersebut dipahami sebagai tindakan politik ekonomi yang secara serius dan sistemik akan menghancurkan serta mematikan sumber pendapatan mereka.
Teror, permusuhan, kebencian dan rongrongan kafir Quraisy terhadap Rasulullah saw dan pengikutnya semakin ganas. Sehingga menyentuh perasaan pamannya yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib. Dengan berani Hamzah menyatakan keislamannya dan kemudian menjadi benteng perlindungan kaum muslimin bersama dengan Umar bin Khattab yang menyatakan keislamannya setelah mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan adiknya.
Melihat hal tersebut kaum kafir Quraisy terus mencari taktik untuk melumpahkan kekuatan Islam. Akhirnya setelah mengadakan rapat penting mereka mengambil keputusan untuk melakukan pemboikotan total terhadap Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib yang selama ini menjadi tulang punggung dan inti kekuatan yang mendukung dan membela dakwah Rasulullah saw.
Bentuk pemboikotan total yang dilakukan kaum kafir Quraisy ialah :
a. Tidak melakukan perkawinan dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib.
b. Tidak berjual beli dengan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib.
c. Tidak berbicara dan tidak menjenguk keluarga Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib yang sakit.
d. Tidak mengantarkan ke kuburan keluarga Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib yang meninggal dunia.
Hingga akhir tahun kesepuluh kenabian, dakwah Rasulullah saw di Makkah tidak juga memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Beliau menilai kota Makkah sudah tidak cocok lagi untuk dijadikan basis dakwah menyebarkan Islam. Sementara disisi lain kekejaman yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap Rasulullah saw dan pengikutnya semakin bertambah hebat. Akhirnya Rasulullah saw pun memutuskan untuk melakukan hijrah total ke Madinah AL-Munawwaroh. Sebuah kota dimana masyarakatnya sangat terbuka dengan Islam karena memang mereka pun sudah mengetahui akan datangnya nabi akhir zaman yaitu Rasulullah Muhammad saw.


Sumber: https://robinschone.com/