Tiga Program Pemprov Jabar Luar Biasa

Tiga Program Pemprov Jabar Luar Biasa

Tiga Program Pemprov Jabar Luar Biasa

Tiga Program Pemprov Jabar Luar Biasa
Tiga Program Pemprov Jabar Luar Biasa

BANDUNG-Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner

Otoritas Jasa Keuangan, Ilya Avianti, mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki tiga program luar biasa terkait dengan akses keuangan daerah, yaitu program kredit untuk TKI, kredit untuk star up bisnis dan program literasi keuangan.

“Dengan adanya kredit untuk TKI, maka TKI-TKI

itu selain diajari mengenal industri keuangan, diajari berinvestasi, diajari menabung, juga diajari bagaimana mengelola uang itu dengan baik, sehingga kembali ke Indonesia keluarganya makmur. Ini memang program yang luar biasa dan saya kira ini juga program BNP2TKI yang memang meminta kredit dan kemudahan-kemudahan untuk TKI,” kata Ilya Avianti dalam sambutannya pada acara Launching sekaligus Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22, Kota Bandung, Kamis (24/3).

Ilya juga menilai program kedua yaitu program, kredit

untuk star up bisnis, merupakan program yang luar biasa. Menurut Ilya, Jawa Barat untuk industri atau bisnis-bisnis pemula itu luar biasa. Dari sektor makanan atau kuliner misalnya. Di Jawa Barat ada cilok, ada cireng, ada comro yang tidak ada di tempat lain. Jawa Barat sangat inovatif dalam hal kuliner.

“Kalau Jum’at, Sabtu, Minggu jangan harap bisa bergerak di Bandung. Semua orang dari Jakarta, dari luar Bandung ngarangsek ka Bandung, hanya untuk mencari kuliner Bandung. Kalau di Bandung apa saja enak. Batagor di Bandung mah enak, di tempat lain mah rada cawerang. Bisnis wisata dan bisnis seni juga ada di Bandung, ada di Jawa Barat. Pokoknya di Jawa Barat itu, apa-apa ada dan ada inovasinya. Inovasi dari rakyat Jabar ini luar biasa,” katanya.

Terkait dengan program literasi keuangan, jelas Ilya, ternyata di Jawa Barat ini berdasarkan hasil survey literasi keuangan yang dilaksanakan OJK Regional 2 berkerjasama dengan Unpad, literasi perbankan paling dominan. Menurut hasil survey tersebut, Masyarakat Jawa Barat yang sudah mengerti perbankan mencapai 89,33 persen.

Jadi, sudah bankable. Tapi, utilitasnya baru 79,1 persen. Yang mengerti asuransi 60,83 persen, sedangkan yang menggunakan jasa asuransi baru 46,33 persen. Yang mengerti multifinance baru 38,67 persen dan yang memanfaatkannya baru 20 persen. Yang mengerti pegadaian lebih banyak, yaitu 48 persen, tetapi yang memanfaatkan pegadaian baru 13 persen. Yang paling kecil pasar modal. Masyarakat yang mengerti pasar modal Cuma 15,17 persen.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435163/10-konsep-geografi/