Tipe-tipe Daerah Perbatasan

Permasalahan Daerah Perbatasan Strategi Pengembangan Daerah Perbatasan Inisiasi Persiapan Pilkada Serentak 2018 Cabut Aplikasi yang Memonitor Screen Time Wireless Mouse Bisa Diretas!!!

Tipe-tipe Daerah Perbatasan

Tipe-tipe Daerah Perbatasan
Tipe-tipe Daerah Perbatasan

Wilayah perbatasan merupakan

wilayah pertemuan antara dua wilayah administrasi,namun sumberdaya alam (natural resources) dan masyarakatnya bisa menjadi bagiankomplementer pada satu satuan sistem fungsional bagi pengembangan wilayah yang didukung oleh sistem prasarana wilayah bersama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi D.I Yogyakarta bekerjasama dengan Lembaga Penelitian P4N UGM tahun 1993, wilayah perbatasan dapat

 

dikelompokkan dalam 3 (tiga) tipe (Listiyah M, 1996), yaitu:

  1. Wilayah buntu, dicirikan oleh:
  2. Posisi pada ujung jaringan atau bahkan belum terjangkau oleh sistem jaringan yang merangkai tempat tersebut dengan pusat pelayanan hirarkhi terendah dalam sistem wilayah yang membawahinya atau dengan perkotaan lain;
  3. Terletak pada lahan marginal karena sifat geologi wilayahnya (seperti: morfologi, lereng, batuan, dan tanah);
  4. Kepadatan penduduk rendah; dan
  5. Proyek pengembangan sangat terbatas karena faktor ekologis;
  6. Wilayah perbatasan jalur perifer, dicirikan oleh:
  7. Terlewati sistem jaringan jalan yang merangkai tempat tersebut dengan sistem wilayah yang membawahinya, maupun dengan sistem seberang perbatasan;
  8. Terletak pada wilayah dengan kegiatan ekonomi sedang; dan
  9. Prospek pengembangan sangat tergantung wilayah yang secara langsung terangkai menjadi satu kesatuan wilayah atau kesatuan system jaringan dengan wilayah tersebut;
  10. Wilayah perbatasan kontak tinggi, dicirikan oleh:

Posisi antar wilayah utama;

Intensitas kegiatan ekonomi pada satu sisi atau pada kedua sisi pembatas;

Kepadatan penduduk relatif tinggi; dan

Terdapat aglomerasi penduduk dan pusat pelayanan yang melayani kebutuhan penduduk pada kedua sisi perbatasan.

Baca Juga :