UPAYA MEMELIHARA DAN MENJAGA KEHORMATAN WANITA

UPAYA MEMELIHARA DAN MENJAGA KEHORMATAN WANITA

UPAYA MEMELIHARA DAN MENJAGA KEHORMATAN WANITA

 

UPAYA MEMELIHARA DAN MENJAGA KEHORMATAN WANITA
UPAYA MEMELIHARA DAN MENJAGA KEHORMATAN WANITA

Marwah Wanita

Wanita, seperti halnya lelaki, diperintahkan kepada mereka menahan pandangan dan menjaga kemaluannya. Allah berfirman:

“Katakanlah kepada orang-orang lelaki beriman, hendaknya mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan, katakanlah kepada wanita-wanita beriman, hendaknya mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka.” (An-Nur. 30-31)

Syekh Muhammad al-Amin as-Syinqithi rahimahullah

dalam tafsirnya Adwa’ al-Bayan, mengatakan: “Allah memerintahkan kepada para mukmin lelaki dan wanita untuk menahan pandangan dan memelihara kemaluan. Termasuk memelihara kemaluan adalah memeliharanya dari melakukan zina, liwath (sodomi), ataupun hubungan seks antar sesama wanita (lesbi). Juga, memeliharanya dari menampak-nampakannya maupun ketersingkapnya di depan orang banyak”. Selanjutnya beliau mengatakan: “Allah menjanjikan kepada orang yang menaati perintahnya dalam ayat ini, baik lelaki maupun perempuan, untuk mengkaruniakannya ampunan dan pahala yang agung, jika ia menerapkan pada dirinya”. Di samping ayat di Surah an-Nur ini, juga sifat-sifat yang tertera di Surah al-Ahzab. Yaitu firman-Nya:

“Sesungguhnya para lelaki dan wanita yang muslim, para lelaki dan wanita yang mu ‘min, para lelaki dan wanita yang senantiasa taat, para lelaki dan wanita yang jujur, para lelaki dan wanita yang sabar, para lelaki dan wanita yang khusyu”, para lelaki dan wanita yang bersedekah, para lelaki dan wanita yang berpuasa, para lelaki dan wanita yang memelihara kehormatannya (kemaluanya), dan para lelaki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah, Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang agung.”  (QS. Al- Ahzab: 35)

Pengertian Musahaqah

Musahaqah (sihaq) maksudnya adalah hubungan seks antar sesama wanita dengan saling menyentuh dan memijat mesra. Ini adalah perilaku amoral yang besar, yang kedua pelakunya patut menerima hukuman yang membuat masing-masing jera. Ibn Qudamah, dalam al-Mughni, mengatakan: “Jika dua wanita saling menyentuh dan memijat mesra, maka berarti keduanya telah berzina yang dilaknat, berdasarkan hadits:
Dari Nabi Saw. bahwasanya beliau bersabda: “Jika seorang wanita menurutkan syahwatnya kepada wanita yang lain maka keduanya adalah berzina”.

Keduanya mendapatkan hukuman (ta’zir), karena tidak ada hadd untuk perbuatan itu. Maka, hendaklah wanita muslimah, terutama gadis-gadis remaja, menghindari perilaku mungkar dan buruk ini.

Tentang menahan pandangan mata, Imam Ibn al-Qayyim mengatakan dalam kitabnya, al-Jawab al-Kafi: “Pandangan mata adalah duta syahwat. Menjaga pandangan adalah pangkal penjagaan kehormatan dan farj (kemaluan)”. Barangsiapa melepas bebas pandangan matanya, berarti telah menggiring dirinya menuju lobang-lobang kehancuran. Nabi Saw. bersabda:
“Wahai Ali, janganlah engkau turutkan kilasan pandangan (pertama) dengan pandangan (berikut-nya). Tidak mengapa untukmu kilasan awal pandangan”.

Kilasan Awal

Maksud dari kilasan awal pandangan adalah kilasan pandangan sepontanitas yang terjadi tanpa kesengajaan. Di dalam Musnad al-Imam Ahmad Ibn Hanbal, tertera hadits dari Rasulullah Saw. :
“Pandangan mata itu laksana anak panah yang beracun dari anak panah-anak panah Iblis”.

Pandangan mata adalah pangkal segala bencana yang menimpa manusia. Karena, pandangan mata itu melahirkan detikan hati; detikan hati melahirkan pikiran melayang; pikiran melayang melahirkan nafsu birahi; nafsu birahi melahirkan hasrat; hasrat itu kemudian menguat sampai menjadi tekad yang kuat. Karenanya, tidak boleh tidak, akan terjadilah perbuatan, selagi tidak ada sesuatu hal yang menghalangi. Oleh sebab itu, ada pujangga yang mengatakan: “Bersabar menahan pandangan mata adalah lebih mudah daripada bersabar terhadap pedihnya derita setelah pandangan itu”.

Wahai saudariku wanita muslimah, hendaklah kalian menahan mata dari memandang lelaki dan hendaklah kalian tidak melihat gambar-gambar yang merangsang, yang dipancang di sebagian majalah atau digelar di layar televisi maupun video. Dengan itu niscaya kalian selamat dari dampak buruk.

Berapa banyak kilasan pandangan mata menyeret seseorang menuju penyesalan dan kegelisahan yang tak berujung. Gejolak api yang membara terjadi akibat percikan api yang dipan¬dang kecil.

Saudariku kiranya itu uraian yang dapat saya utarakan tentang Upaya Memelihara dan Menjaga Kehormatan Wanita , mudah-mudahan dapat membawa kemanfaatan dan keberkahan bagi kita semua. Amiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/